My Writings. My Inspired.

Hujan dan Sang Kakek

On » Jumat, 09 Oktober 2009 //
Hari ini nampak mendung seakan hujan deras kan turun, semua orang sibuk berbenah mempersiapkan sebelum hujan datang. diantara riuh orang berlarian karena rintik hujan pun ternyata telah turun dari langit, terlihat sesosok kakek yang tenang berjalan seakan dia tak atau apa yang terjadi di sisinya. Sesekali dia melihat keatas dan rintik hujan pun menerpa mukanya. Aku penasaran dan mendekati kakek, dan bertanya "kek, hujan mulai turun mari kita berteduh??" dengan senyum yang khas lalu dia pun mengikuti kemana aku berteduh. Hujan pun semakin deras disertai angin yang cukup besar, namun kegaduhan yang alam buat tidak membuat sang kakek bergeming dia tetap diam dan menatap hujan.Lalu saya bertanya "kakek tidak apa-apa??" Dengan senyum dia membalas. "dulu saat kakek masih muda, bangunan gedung, jalan yang beraspal, mobil yang hilir mudik, serta orang yang berjualan sangatlah jarang, disini dulu adalah ladang sawah yang luas menghijau. Dulu ini adalah tempat kakek bekerja sebagai petani, haaahh tapi sekarang sudah tidak lagi. Pada saat dulu ketika hujan datang orang bukan mencari tempat berteduh tapi malah berteriak senang, tahu kenapa?? Karena hujan adalah anugrah Sang Pencipta, Seakan Dia memberikan berkah dan kenikmatan yang melimpah saat tetes hujan jatuh ke bumi, Tetapi sekarang hujan dianggap musuh karena bisa menyebabkan banjir, padahal itu semua adalah kesalahan manusia sendiri". dengan serius aku menanggapi!!, Iya Kek sudah sangat jarang Orang yang seperti kakek saat ini. Dengan senyum kembali Kakek membalas, Dan saat itu pun hujan deras mereda, Kakek berdiri dan kemudian melangkah pergi disertai salam yang terakhir kudengar dari mulutnya.

****************************************

Hikmah yang bisa didapat adalah kita saat ini adalah seorang Manusia yang mendiami dunia fana. Janganlah dunia fana menjadi tujuan kita, selalu kita pentingkan segala urusan yang hanya sementara. Padahal masih banyak urusan lain yang lebih penting dari sekedar mengurusi hidup disini yaitu Akhirat. Ingat kita harus selalu bisa bersyukur atas semua yang telah diberikan di Dunia ini oleh Sang pencipta, bukan menjadi takabur. Nikmat yang diberikan di dunia ini adalah jalan untuk menggapai kebahagiaan di Akhirat nanti, tergantung bagaimana kita bisa mengelolanya menjadi bermanfaat bagi kehidupan.

No Response to "Hujan dan Sang Kakek"

Leave A Reply

D A F T A R I S I